Lebah Madu, Tak Berakal tapi Mengagumkan
Lebah Madu, Tak Berakal tapi Mengagumkan - Setiap jengkal alam semesta pasti dipenuhi dengan bukti yang nyata dan pasti mengenai fakta penciptaan. Yaitu penciptaan yang sempurna baik perencanaan maupun rancangannya.
Termasuk lebah, lebah memperlihatkan perilaku dan kebiasaan mereka kepada kita, manusia. Kita berfikir mungkin perilaku lebah itu terjadi karena adanya ilmu, hikmah ataupun keahlian yang luar biasa dari lebah itu sendiri. Coba amat perilaku lebah, kita pasti akan memahami bahwa sifat-sifal unggul lebah ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri.
Allah SWT lah yang memperlihatkan ilmu, hikmah dan kesempurnaan-Nya yang tak terhingga melalui perilaku makhluk hidup dan benda tak hidup ciptaan-Nya. Kisah lebah ini hanyalah satu dari berbagai kisah makhluk yang dapat kita jadikan pelajaran hidup.
Lebah adalah serangga kecil, tapi mereka mampu menyelesaikan pekerjaan yang besar yang tidak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaannya membutuhkan perhitungan dan perencanaan yang matang. Bayangkan saja, ribuan lebah mampu bekerja sama secara teratur dan terencana dalam mencapai satu tujuan bersama. Mereka pun melakukan pekerjaannya secara sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.
Manusia yang cerdas saja belum tentu bisa bekerja sama dengan baik terhadap sesamanya, tapi lebah yang tidak berakal ini mampu bekerja sama dengan baik terhadap sesamanya secara harmonis. Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya.
Memang tidak diragukan lagi, Allah lah yang membuat semua itu ada. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya: “Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. Yaasiin, 36:72-73).
Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.
Koloni lebah umumnya terdiri dair lebah pekerja, ratu dan pejantan. Lebah pekerja mengerjakan semua tugas dalam sarang. Sejak dilahirkan, lebah pekerja langsung mulai bekerja sampai seumur hidupnya. Mereka mengerjakan berbagai macam tugas sesuai dengan perkembangan yang ada pada tubuh mereka. Dan mereka hanya menghabisakan 3 hari pertamanya untuk membersihkan sarang.
Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni. Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang. Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakan bahan khusus yang disebut “propolis”. Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet.
Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka ?
Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi. Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya.
Lebih jauh lagi, lebah pekerja bertanggung jawab memeriksa sel–sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan. Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembaban dan temperatur di dalam sarang, jika dibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka pada pintu masuk sarang.
Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan.
Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk merawat larva. Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yamg berumur 3 sampai 10 hari. Mereka memberi makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari. Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional.
Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga ia mampu menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin.
Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya? Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya beberapa kelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk melakukan tugas kebersihan? Bagaimana seekor lebah, yang 4 atau 5 hari sebelumnya adalah larva, dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut? Bagaimana tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja konstruksi? Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun.
Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahaperkasa.
|
|
|
Dapatkan Artikel Terbaru Kami

terima kasih atas infonya sangat bermanfaat....
BalasHapusdi tunggu apdetan selanjutnya.... :)
Terimakasih kaka atas kunjungannya :D
Hapus